MEDAN — Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, kembali mencetak gebrakan baru.
Di sela penandatanganan Nota Kesepahaman Percepatan Tanah Wakaf di Aula Raja Inal Siregar, Kamis (27/8/2026), Bobby melontarkan ajakan yang langsung menyita perhatian para ASN di lingkungan Pemprov Sumut diajak berwakaf uang Rp10.000 hingga Rp20.000 per bulan.
“Ini momentum baik bagi ASN untuk beramal jariyah,” ujar Bobby.
Bobby menegaskan wakaf uang berbeda dengan zakat yang selama ini rutin ditunaikan ASN ke Baznas. Bedanya?
Wakaf uang adalah aset abadi pokoknya dijaga, hasilnya mengalir terus untuk kepentingan umat.
“Nanti kita coba infaqnya berupa wakaf uang diserahkan ke Badan Wakaf Indonesia (BWI),” jelasnya. Beda penyalur, beda dampaknya!
Bobby paham betul kekhawatiran ASN. “Kadang zakat dan infaq penyalurannya kurang terinformasi. Kalau wakaf ASN, tolong disampaikan penyalurannya ke mana saja,” tegasnya.
Pemprov akan bahas mekanisme dengan BWI agar tidak memberatkan. Rencananya mulai September 2026.
Baca Juga : Bobby Nasution Siapkan Sertifikat Halal Gratis untuk 5.000 UMKM
Kepala Kajati Sumut, Muhibuddin, menegaskan ini imbauan, bukan kewajiban. “Kalau mau ibadah akhirat, silakan,” ujarnya. Wakaf pilihan sadar beramal jariyah!
Gerakan ini bukan isapan jempol. Potensi wakaf uang nasional mencapai Rp181 triliun per tahun! Kementerian Agama juga gencar mengajak ASN jadi pelopor wakaf dari Rp10.000/bulan.
Di Jawa Tengah, BWI menargetkan Rp8 miliar dari ASN per tahun. Wakaf uang bisa menjadi kekuatan ekonomi umat yang luar biasa.
Bayangkan, Rp10.000 dari ribuan ASN terkumpul jadi dana abadi. Dikelola BWI, hasilnya bisa untuk beasiswa, kesehatan, hingga pemberdayaan UMKM.
Ini sedekah mengalir plus investasi sosial berdampak luas. Bobby pun mendorong pemanfaatan aset wakaf secara produktif.
Ajakannya sederhana : hari ini momentum baik. Dengan transparansi BWI, sifat sukarela, dan pahala jariyah, ajakan ini layak didukung. Sumut sedang bergerak jadi provinsi pelopor wakaf produktif! (Rel)






