Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Oknum Pegawai Lapas Medan Jadi Kurir 599 Vape Narkoba, Upah Rp20 Juta Jadi Pemicu

Pegawai Lapas inisial ES diinterogasi Kasat Res Narkoba AKBP Rafli Nugraha. (Ist)

MEDAN — Vape narkoba kembali mencuat, tetapi kali ini bukan dari jaringan jalanan biasa. Satresnarkoba Polrestabes Medan menangkap ES (34), oknum pegawai Lapas Kelas I Medan, yang diduga menjadi kurir 599 vape narkoba bermerek Netflix.

Penangkapan terjadi di parkiran Hotel Red Doorz, Jalan Setia Budi, Rabu (28/10/2026) pagi, setelah polisi mendapat informasi masyarakat.

Tim 3 Unit 1 Satresnarkoba meringkus pelaku saat hendak menaiki mobil; momen itu sempat menarik perhatian warga.

Baca Juga : Bukan Sekadar Tren Vape: Dua Sahabat di Medan Jual Pod Getar dan Ekstasi, Polisi Buru Pemasok W

Baca Juga :  Lolos dari X-Ray Bandara! Sejoli Lintas Negara Ini Edarkan 29 Vape Narkoba di Medan

Kasatresnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Senin (2/11/2026) menjelaskan, dari pelaku disita dua tas berisi tiga plastik kemasan vape narkoba.

Barang bukti awal 600 pcs, tetapi satu pcs sudah dipakai pelaku sehingga tersisa 599 pcs. Ini bukan tindak pertama: ES sebelumnya diduga pernah mengantar 50 pcs vape narkoba ke kawasan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Kini jumlahnya jauh lebih besar, diduga karena tergiur upah Rp20 juta.

Baca Juga :  Bukan Lagi Tempat Nongkrong: Gubuk Warga Selambo Disulap Jadi “Apotek Jalanan”, Sabu Digantung di Pohon!

Fakta lain, hasil tes urine pelaku positif sebagai pengguna narkoba. Polisi belum menemukan indikasi vape narkoba dijual ke dalam Lapas, tetapi status ES sebagai pegawai Lapas tetap didalami, termasuk koordinasi dengan pihak Lapas. Barang bukti diduga diperoleh dari AL yang disebut sebagai bos pelaku; AL kini masuk target pengejaran.

Bagi publik, kasus ini menjadi alarm: vape yang tampak seperti produk gaya bisa menjadi modus baru distribusi narkoba.

Baca Juga :  Kebakaran Kolam Limbah PKS PTPN IV Dolok Ilir Padam dalam Tiga Jam

Karena itu, pengawasan terhadap oknum aparat dan penguatan literasi keluarga tentang bahaya vape narkoba sama penting dengan penindakan bandar.

Polrestabes Medan menegaskan tak memberi ruang bagi pelaku. “Kami pastikan AL akan kami ringkus. Sesuai tagline Bapak Kapolri, sama-sama kita pulihkan pengguna, kita putus mata rantai bandar, Polisi bersama masyarakat,” pungkas Rafli. (FD)

Share: